Belajar Latte Art IV: Teknik Frothing

Ditulis tanggal 23 February 2008

Kali ini kita akan membahas tentang Teknik Frothing. Buat yang lupa (mungkin karena kelamaan.. maaf :) ), di artikel2 sebelumnya kita juga sudah membahas tentang sejarah singkat dan definisi latte art, alat dan bahan yang diperlukan, dan fakta2 penting tentang susu sehubungan dengan proses frothing.

Target

Sebelum membicarakan teknik frothing-nya sendiri, kita perlu tahu target yang harus dicapai supaya froth mempunyai kualitas yang cukup untuk membuat latte art:

  • Microfoam.
    Dengan alat dan teknik frothing yang benar, busa yang dihasilkan berbentuk microfoam (gelembung2 udaranya berukuran mikro/tidak kasat mata) dan bercampur dengan susu secara merata; setelah susu didiamkan selama ± 30 detik baru susu dan busa terpisah. Untuk lebih jelasnya lihat foto di bawah.
    contoh_microfoam
    Mengapa harus microfoam? Gelembung udara berukuran besar (macrofoam) mempunyai banyak kelemahan. Di antaranya:

    • Menghalangi kopi bercampur sempurna dengan susu.
    • Karena udara tidak punya rasa, terlalu banyak udara (gelembung besar=banyak udara) dalam minuman akan mengurangi rasa. Emangnya mau minum angin? :)
    • Karena ringan, gelembung2 udara akan berkumpul di atas permukaan kopi sehingga latte art tidak dapat terbentuk. Dan yang lebih penting, itu juga akan menghalangi aroma sampai ke hidung kita. Ingat cara mencicipi kopi?
  • Jumlah froth yang tepat.
    Dari pengalaman saya, ini yang paling sulit. Dibutuhkan pengalaman untuk dapat menghasilkan jumlah froth yang tepat untuk berbagai macam minuman yang ukuran sajiannya berbeda. Kalau froth terlalu sedikit, gambar tidak keluar. Kalau terlalu banyak, gambar yang keluar cuma lingkaran putih besar seperti cappuccino standar. Kuncinya terletak pada jumlah susu yang disiapkan dan pertambahan tinggi permukaan susu (dalam pitcher) pada saat frothing.

Sebagai gambaran, saya selalu menyiapkan susu setinggi ± 1cm di bawah lekukan terbawah corong pitcher (pada pitcher berukuran berapapun; ukuran pitcher disesuaikan dengan jumlah susu yang diperlukan), dan melakukan frothing sampai tinggi permukaan susu bertambah ± 2cm. Bila pada saat itu suhu target (140° F) belum tercapai, masukkan steam tip lebih dalam ke dalam susu agar pertambahan jumlah froth minimal.

Teknik Frothing Pada Mesin Single Boiler (Dengan Froth Aider)

Froth Aider adalah alat bantu frothing yang biasanya dipasang pada steam wand mesin espresso single-boiler. Pada dasarnya yang harus kita lakukan adalah meletakkan dan menjaga agar froth hole (lubang pada bagian samping froth aider) tetap berada pada permukaan susu. Bila diletakkan pada posisi yang tepat, lubang ini akan menyedot susu sehingga dapat menghasilkan busa dengan tingkat kerapatan yang lebih tinggi.
Ikuti langkah2 berikut:
teknik_frothing_single_boiler

Teknik Frothing Pada Mesin Single Boiler (Tanpa Froth Aider)

Secara teori, froth aider tidak akan bisa menghasilkan froth yang sempurna. Pada mesin single-boiler tertentu masalah ini dapat diatasi dengan cara mencopot froth aider dan menggantinya dengan steam tip yang lebih mendukung. Cara ini bisa dilakukan pada mesin single-boiler yang memenuhi syarat2 sebagai berikut:

  • Froth aider-nya dipasang dengan sistem ulir, karena steam tip yang dimaksud juga akan dipasang dengan cara yang sama.
  • Mesinnya harus punya kapasitas yang cukup. Kalau boiler-nya tidak punya cukup tenaga untuk memutar susu, tidak akan ada gunanya.

Bila mesin anda memenuhi syarat2 tersebut di atas, silakan lepas froth aider dari steam wand, pasang steam tip yang cocok, kemudian lakukan frothing dengan cara yang sama seperti pada mesin HX atau double-boiler seperti di bawah ini.

Teknik Frothing Pada Mesin HX atau Dual Boiler

teknik_frothing_hx
Supaya lebih jelas lagi, ada baiknya anda download video ini: Milk Steaming Video (19 Mb).
Video ini sangat membantu saya waktu pertama kali belajar dulu. Semoga kali ini bisa membantu anda..

CATATAN: Ada dua hal penting yang seringkali dilupakan oleh barista pemula dalam melakukan frothing: Selalu buang air dari steam wand sebelum frothing, dan selalu lap steam wand setelah frothing. Kedua hal ini sama pentingnya seperti anjuran untuk selalu lihat kanan-kiri sebelum menyeberang jalan, karena -meskipun kelihatan sepele- tapi efeknya cukup signifikan. Jadi, jangan lupa ya.. :)

Artikel selanjutnya, teknik latte art.


Stumble it! | Digg! | Del.icio.us!

» Termasuk kategori Latte Art

Komentar

19 Komentar untuk “Belajar Latte Art IV: Teknik Frothing”

  1. handri pada 23 February 2008 4:43 am

    karena kesibukan pekerjaan dan hal lain, saya baru bisa posting sekarang. mohon maaf pada teman2 yang mungkin sudah terlalu lama menunggu..

  2. selvi pada 3 April 2008 3:11 pm

    say juga salah satu pencinta kopi, buat saya dengan adanya tips dan bahasan yang anda berikan, membuat orang2 banyak tahu dan mengerti. terima kasih.

  3. babarizal pada 8 April 2008 11:56 pm

    finally…complete guide on coffee in bahasa indonesia!!! bagus sekali website nya…sangat informatif dan edukatif! saya masih belajar nih mas, om, pak, atau apa nih saya panggil nya? btw, mau tanya nih…kalo nggak ada fresh milk seperti diamond atau indomilk bagaimana? maklum di “daerah” agak sulit mendapatkannya…paling2 pake ultra milk atau indomilk yg UHT itu loo. saya dah pernah coba, tapi susah banget dapetin microfoam nya…is it even possible? thanks…

  4. babarizal pada 9 April 2008 8:05 pm

    mau tanya doong pak. kalau whipped cream itu sekali “swirl” buat garnish ice blend, hot chocolate, dll berapa yah itungannya? saya mau coba masukin itu ke costing minuman saya…thanks…

  5. anis ardianti pada 17 April 2008 10:59 am

    pak, site-nya top banget. semoga ga berlebih kalo saya nganggep pak handri guru saya.. boleh saya unduh ya tulisan2nya..

  6. Charles pada 11 May 2008 4:48 pm

    Wah, comprehensive sekali penjabaran nya.
    Saya banyak belajar dari youtube untuk menguasai latte art, lumayan lah sekarang hanya frothing saja belom selalu konsisten.

    Nice web.

  7. dee pada 4 June 2008 11:55 am

    haluu p’handri.. saya suka baca blognya, skalipun makin dbaca makin ngrasa “dodol” bgt soal kopi =P tnyata byk hal2 baru yg ga kbayang slama ini.
    dtunggu posting2 berikutnya.. klo bs resep2 unik, biar makin smangat eksperimen =D
    gambateeee p’handri!

  8. sandi N pada 12 June 2008 8:43 pm

    Salam kenal pak Handri… kebetulan kami akan mengadakan acara mengenai kopi di salah satu mall di bandung akhir bulan Juni ini… mungkin bapak bisa membantu kami sebagai nara sumber dan kami butuh beberapa saran dari bapak, karena terus terang kami masih sangat awam di bidang kopi ini. Dimana kami bisa menghubungi bapak? Kami tunggu kabar dari bapak di email sni1409@yahoo.com. terima kasih sebelumnya…

  9. rivan pada 16 June 2008 4:43 pm

    halo kakak/pak handri..
    saya baru lulus SMA..
    saya sangat tertarik menjadi barista..
    klo kakak/pak handri mw membantu saya tolong bls k-email saya yh (rivan4372@yahoo)..
    THX sebelumnya.. :)

  10. lily pada 19 June 2008 6:20 pm

    Waah..hebat bener yang bikin2 artikel di web ini. Namanya Mas Handri ya? Sory, kalo salah mengenal, abis gak ada identitas sang kreator (ato sy yg gak teliti ya?). Appreciate!

    anyway, thanks banget untuk semua info yang sudah di share sang kreator & para partisipan. saya belajar buanyaaak lho.

    big thanks.

  11. rivan pada 20 June 2008 5:34 am

    maap pak hardi slh ketik alamat email.. hehehe..
    yg bnr tu (rivan437@yahoo.com)

  12. Adi pada 28 June 2008 12:57 pm

    Halo pak hardi perkenalkan saya Aditya Putra dipanggil adi, Saya baru-baru saja ketemu website p.hardi, bener2 bagus isinya, kebetulan saya jg penggemar kopi. Ulasan bpk dahsyat. P.hardi bener2 paham tentang kopi, sy mau tanya pekerjaan sehari2 bpk apa, apa sedang mengelola cafe juga? thx… salam kenal…

  13. nust pada 13 July 2008 4:40 am

    Mas Hardi, nama saya nust. Mo tanya seputar kopi nih..
    Kira2 klo resep kopi tubruk ada ga? Merk kopi bubuk apa yg mnurut mas hardi terbaik di indonesia?
    Sejak awal tahun ini, saya mncoba berbagai jenis merk kopi tubruk. Saya coba sebuah merk dgn lambang raja hutan (merknya ga mau disebut ah). Merk ini dibagi jadi bbrp jenis kopi spt arabika toraja, jawa, robusta jawa, blend, dll. Adakah prbedaan yg mndasar dr karakter sebuah jenis kopi (misal arabika sumatra) dlm bentuk bubuk/tubruk dgn karakter bentuk biji kopi (hrs diproses lg)?

    Trims

  14. suga pada 25 July 2008 11:50 pm

    mas Hardi,

    itu mesin HX yg dipakai pada tutorial merk apa ?

    berapa kira2 harganya ?

  15. Andy pada 28 July 2008 10:13 am

    Salam kenal Mas,

    Saya ada rencana mau buka cafe sederhana, namun saya masih awam dengan kopi dan sebagainya. Kira2 hal apa yang yang mula2 dapat saya pelajari untuk dapat membuka cafe dan seberapa lama saya dapat mempelajari tentang kopi dan dana minim yang diperlukan seberapa besar?
    Terima kasih atas bantuannya.

  16. gamarosi pada 30 July 2008 7:18 pm

    wow artikelnya sangat menarik bung handri.
    oh ya saya mau tanya bisa minta info mengenai alat coffee maker dan peralatan coffee pendukung lainnya,agen penjualannya dimana ya?
    sekalian kalo mau traning barista tentang kopi dan milkshake ada gak ya…? atau bung handri atau temen bung handri bisa mentraning saya mohon infonya please….lokasi saya di jogjakarta. tq salam kopi…!!

    gamarosi / 088802732164
    ( dendron_gamarosi@yahoo.com )

  17. gamarosi pada 30 July 2008 7:22 pm

    bung hardi bisa minta info traning barista? dan alat coffee maker ? lokasi saya di jogjakarta. tq

    gamarosi / 088802732164
    ( dendron_gamarosi@yahoo.com )

  18. mastri pada 1 August 2008 12:50 pm

    Salam kenal,
    Terima kasih kopitipsnya yg bagus sekali,saya mau mohon saran_2nya.. saya mau buka waroeng kopi kecil_2lan sekedar buat tempat nongkrong sama teman_2 yg hobie ngopi,cuma masalahnya bisanya cuma bikin esspreso dikantor pakai mesin portable, mohon sarannya dimana bisa belajar bikin kopi yg seperti di Starbuck…Coffe Bean ..Exselso… terima kasih atas bantuannya.

  19. bravo9682 pada 14 August 2008 4:55 pm

    maaf mas mau tanya dan tolong di jawab :
    di mana saya bisa dapatkan bubuk frappe atau frappe powder. trims sebelumnya

Tulis Komentar




  • Tentang Kopitips

    Saya bukan ahli kopi, cuma pecinta kopi. Kalau ada informasi yang tidak lengkap atau kurang akurat, tolong tinggalkan komentar di bawah artikel yang bersangkutan.
    Terima kasih sebelumnya :-)

  • Kopitips merekomendasikan:

  • Komunitas

    Join My Community at MyBloglog! Add to Technorati Favorites

    eXTReMe Tracker