Belajar Latte Art II: Alat dan Bahan

Ditulis tanggal 18 January 2008

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang sejarah singkat dan definisi latte art. Kali ini kita akan membahas tentang alat2 dan bahan yang diperlukan untuk membuatnya. Mereka adalah:

Pitcher Susu

Untuk memanaskan susu anda dapat menggunakan wadah apa saja, tapi untuk frothing dianjurkan untuk menggunakan pitcher yang:

  • Terbuat dari logam
    pitcherKetepatan/presisi sangat penting dalam proses frothing, terutama bila ingin membuat froth yang berkualitas cukup untuk membuat latte art. Meskipun pada artikel ini anda masih dianjurkan untuk memakai thermometer untuk mengukur suhu susu, tapi pada akhirnya nanti anda akan belajar untuk mendeteksi suhu susu dengan tangan anda. Karena logam adalah penghantar panas yang baik, anda dapat mendeteksi perubahan suhu susu dari tangan anda yang memegang pitcher secara lebih tepat (dibanding bila anda menggunakan gelas plastik, misalnya).
  • Berdinding datar
    Berdasarkan pengalaman saya, membuat dan mengamati putaran susu pada saat frothing jadi lebih mudah bila menggunakan pitcher berdinding datar daripada menggunakan pitcher yang bentuknya seperti vas bunga itu. :)
  • Berbibir lancip
    Tidak bermaksud menyinggung mas Tukul Arwana, tapi pitcher berbibir mancung, eh.. lancip penting untuk menjaga presisi dalam penerapan teknik free pour latte art.
  • Ukuran yang sesuai
    Seperti telah berulang kali disebutkan di atas, presisi itu penting. Untuk menjaga presisi diperlukan kontrol. Perbandingan antara jumlah susu dan ukuran pitcher yang tepat akan memaksimalkan kontrol dalam proses frothing. Usahakan supaya tinggi susu di dalam pitcher yang akan di-froth kira2 1/2 - 3/4 dari tinggi keseluruhan pitcher. Jangan memakai pitcher yang terlalu besar/terlalu kecil.
    Sebagai gambaran, pitcher 10 oz cocok untuk membuat 1 porsi cappuccino. Pitcher 20 oz cocok untuk membuat 1 porsi cafe latte (karena jumlah susu yang dipakai lebih banyak). Pada umumnya -untuk pemakaian di rumah- kita tidak memerlukan pitcher lebih besar dari 20 oz.

    Kalau faktor kecepatan tidak terlalu penting, lebih baik frothing 2 pitcher kecil (untuk 2 porsi) daripada frothing 1 pitcher besar sekaligus.

  • Dalam keadaan dingin
    Proses frothing hanya berlangsung maksimal sampai suhu tertentu (100° F) saja. Semakin dingin susu semakin baik karena akan memperpanjang waktu frothing, sehingga -lagi2- memaksimalkan kontrol. Kalau pitcher dalam keadaan panas, susu yang dituangkan ke dalamnya juga akan bertambah suhunya sehingga mempersingkat waktu frothing.
    Saya selalu menyimpan pitcher saya di dalam kulkas. :)

Thermometer

thermometerPakai yang kaya di foto sebelah ya.. Jangan pakai seperti yang kita emut/kempit kalau ke dokter. Apalagi yang biasa ditempel di pintu kulkas. :)
Biasanya thermometer seperti ini menggunakan skala Fahrenheit. Cuma beberapa saja yang dilengkapi dengan skala Celcius. Jadi untuk mempermudah praktek, semua ukuran suhu akan saya tulis dalam skala Fahrenheit.
Terus terang sampai sekarang pun saya masih menggunakan thermometer waktu frothing. Emangnya James Hoffman? (juara World Barista Championship 2007) :)

Lap Basah

Digunakan untuk membersihkan susu yang lengket pada steam wand setelah proses frothing. Ada 2 hal yang perlu diingat:

  • SELALU lap/bersihkan steam wand sesaat setelah frothing. Sisa susu yang yang sudah mengering agak sulit dibersihkan, selain kelihatan jorok.
  • Sebaiknya sediakan 1 lap khusus untuk steam wand dan jangan pakai lap itu untuk membersihkan yang lain.

Susu

Susu jenis apa yang baik? Benarkah susu hangat lebih manis dibandingkan susu dingin? Ada beberapa fakta penting tentang susu sehubungan dengan frothing yang akan kita bahas secara detail pada artikel berikutnya.


Stumble it! | Digg! | Del.icio.us!

» Termasuk kategori Latte Art

Komentar

15 Komentar untuk “Belajar Latte Art II: Alat dan Bahan”

  1. coffeelover pada 18 January 2008 6:26 pm

    mas handri, agak cepetan dong postingnya. ga sabar nih nunggunya. hehehe..

  2. keno pada 20 January 2008 4:51 am

    ndri, jenis susu yg baik tuh… susu yg hangatnya sgt tergantung suhu ruang, kadang rasa manisnya agak tercampur asin n bau keringet! hihihihi.. :p bener g yah?

  3. teguh pada 20 January 2008 11:55 am

    Mas handri,
    - klo untuk daerah Banjarmasin apakah mas punya kenalan yg jual mesin espresso?
    - untuk peralatan pendukung seperti pitcher, thermometer, moka espress, press pot, kita bisa membeli dimana ya?
    - trims

  4. handri pada 21 January 2008 3:59 pm

    Apa kabar No? :)
    Sori aku masih kecil, jadi nggak ngerti yang gitu2an. Hehehe..

  5. handri pada 21 January 2008 4:13 pm

    Mas Teguh,
    -Maaf, saya juga sudah tanya teman2 tentang distributor di Banjarmasin tapi belum ada yang balas. Maaf lho belum bisa membantu. Nanti kalau ada info pasti saya kabari.
    -Alat2 pendukung yang mas sebutkan di atas biasanya saya cari di toko2 perlengkapan hotel dan restaurant. Biasanya mereka jual piring2, gelas, sendok-garpu, dsb. Boleh beli bijian kok. Nggak harus banyak.
    -Sama2. :)

  6. Belajar Latte Art III: Susu | kopitips.com pada 29 January 2008 6:34 pm

    […] terlalu banyak (atau terlalu sedikit), gambarnya malah justru tidak keluar. Ingat, kuncinya adalah presisi. Dengan teknik frothing yang benar kita dapat menghasilkan froth yang cukup untuk latte art atau […]

  7. petho pada 14 March 2008 3:52 pm

    adalah sangat berguna untuk semua barista yg masih ijo seperti saya….
    terimaksaih…..

  8. oki pada 19 March 2008 9:21 pm

    salam kenal mas handri??????!!!!!!!!!!
    mas aq blh dikirimin photo art yg mas pelajari, kirim ke email aq ya ditunggu loooooooooooo?????1!!!!!!!
    ataw mas ajarin aq aja ke @box cafe free charges kan??????!

  9. handri pada 19 March 2008 9:45 pm

    halo mas oki,
    di artikel berikutnya (belajar latte art V: teknik latte art) aku post beberapa fotonya deh :)

  10. Alle pada 23 March 2008 1:46 am

    alo mas handry…lagi nunggu artikel berikutnya neh..cmn di jogja kog aku cari press potnya ga ada ya…kira2 yang paling gede kapasitasnya berapa ya..oya Mas handry sendiri posisi sekarang dimana??ada buku panduan untuk jadi barista yang bisa aku beli??judulnya apa ya..apa mas handry punya referensi/sejenis rangkuman gitu..boeh dikirim??uruasn biaya ntar gampang..hehehe.thanks

  11. oki pada 30 March 2008 11:07 am

    Mas handri aq bulan april mo tanding barista art?????!!!! ajrin aq tehnik setting grinder doank????!!!! yang pas setelannya kaya gemana?????!!! sama photo latte art yg buanyak biar aq pelajari dr sekarang??????!!!!!! pengetahuan aq masih jauh mesti banyak belajar dr mas handri??????!!!!! makasih ya mas handri.

  12. ronald pada 14 May 2008 12:42 pm

    halo,

    mas handri lokasi dimana ?
    bisa minta alamat emailnya ?
    kebetulan saya tertarik sekali dgn kopi, jadi ada yg mau saya tanya tanya nih.

    ronald

  13. petho pada 22 May 2008 7:00 pm

    hehehehhehe…………
    tempat belajar baru buayt barista nyubie sekali dan masih ijo seperti saya,inin sangat berguna……….matur tengkyu bosssss

  14. ??? pada 17 June 2008 1:25 pm

    :-P

  15. handri pada 24 June 2008 2:22 pm

    halo mas alle..
    sori lama banget njawabnya, lagi sibuk banget nih di kerjaan. soal buku aku nggak tau banyak, dulu banyakan diajarin ama temen2. di sini emang jarang ya yg tulis buku tentang kopi. aku biasanya cari2 buku yg sulit dicari di sini di amazon, mereka mau kirim ke indonesia kok. tapi ya itu, harganya lumayan.. hehehe..

Tulis Komentar




  • Tentang Kopitips

    Saya bukan ahli kopi, cuma pecinta kopi. Kalau ada informasi yang tidak lengkap atau kurang akurat, tolong tinggalkan komentar di bawah artikel yang bersangkutan.
    Terima kasih sebelumnya :-)

  • Kopitips merekomendasikan:

  • Komunitas

    Join My Community at MyBloglog! Add to Technorati Favorites

    eXTReMe Tracker