Belajar Latte Art I: Pendahuluan
Ditulis tanggal 13 January 2008
Ok, akhirnya setelah libur panjang akhir tahun (paling tidak untuk kebanyakan orang; saya bekerja di hotel, liburan malah justru jadi saat2 paling sibuk bagi saya
) kita kembali ke kehidupan “normal” masing2.
Kali ini kita akan membahas tentang salah satu topik favorit saya: Latte Art. Karena panjangnya, artikel mengenai latte art akan saya bagi menjadi beberapa bagian. Seperti yang pernah saya bilang dulu, biasanya tidak perlu waktu terlalu lama kok untuk mempelajarinya.
Sejarah Singkat
Terus terang saya tidak tahu siapa yang pertama kali menemukan teknik latte art (kalau ada yang tau tolong kasih tau saya ya?
), tapi teknik ini sudah sejak lama digunakan oleh barista2 di Italia untuk mengekspresikan kecintaan mereka akan kopi. Latte art kemudian dipopulerkan di Amerika oleh David Schomer, pemilik Espresso Vivace, Seattle, yang sekarang dikenal sebagai “Bapak Latte Art” di kalangan barista di Amrik sana. Salah satu buku pak Schomer “Espresso Coffee: Professional Techniques” yang pertama kali dicetak Juni 1996 sampai sekarang masih menjadi buku panduan yang amat baik bagi barista/calon barista profesional maupun penggemar kopi. Kalau ada waktu coba baca deh.
Apa Itu Latte Art
Latte Art adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gambar/pola/desain yang dibuat pada permukaan minuman berbasis espresso (lihat foto di atas). Teknik ini biasanya diterapkan pada cafe latte karena cafe latte mempunyai perbandingan susu dan foam yang paling mendukung.
Meskipun umumnya teknik ini diterapkan pada cafe latte, kita juga bisa menerapkannya pada cappuccino, cafe mocha, macchiato, atau minuman berbasis espresso lain.
Ada 3 macam teknik latte art:
- Free Pour Latte Art
Teknik ini adalah favorit saya dan satu2nya teknik yang akan dibahas di artikel ini karena dilakukan hanya dengan cara memanipulasi jatuhnya susu+foam yang dituangkan ke atas espresso. Bisa dikatakan hampir tidak ada waktu tambahan yang diperlukan untuk membuatnya sehingga turunnya suhu kopi saat disajikan dapat diminimalisasi. Kopi lebih enak disajikan hangat kan?
Pola yang populer adalah rosetta (daun; seperti foto sebelah), heart, dan apel. - Etching
Dilakukan dengan cara menggambar pola di atas permukaan crema dengan alat/bahan tambahan seperti stensil, sirup, bubuk kopi/coklat, dsb; setelah susu dituangkan.
Teknik ini relatif lebih mudah dipelajari tapi saya justru tidak mempelajarinya secara serius karena menurut saya kerepotan yang ditimbulkan tidak sebanding dengan kepuasan yang didapatkan. Lagipula makin lama kita utek2 kopinya makin dingin kan?
Tapi ini pendapat saya pribadi lho..
- Gabungan kedua teknik di atas
Apalagi yang ini. Hehehe..
Ok, sampai di sini dulu. Pada artikel selanjutnya kita akan membahas mengenai alat2 yang diperlukan untuk membuat latte art.
Stumble it! |
Digg! |
Del.icio.us!
» Termasuk kategori Latte Art
Komentar
19 Komentar untuk “Belajar Latte Art I: Pendahuluan”
Tulis Komentar



[…] artikel2 mendatang saya juga akan membahas mengenai teknik2 latte art. Tidak butuh waktu terlalu lama kok untuk […]
mas handri sebelum masuk ke teknik latte art bgmn cara froathing susunya dan jenis susu yang gampang di froth. Mesin saya dirumahkan kecil dan pakai cappucinatore sdh saya lepas dan coba pake manual tapi karena steamnya kurang kencang atau saya yang gak bisa jadi busanya tipis tdk cukup buat menggambar. thank ya,
kalo sepengetahuan mas handri ada gak tempat kursus menjadi barista??? soalnya sebelum saya beli mesin espresso pengen ada yang ngajarin prakteknya…
biar keinginan punya mesin espresso tambah menggebu-gebu, soalnya harganya kan mahal…
Mas Adzanta,


Saya pernah membaca beberapa orang mengaku bisa membuat froth yang baik dengan mesin single-boiler (froth aider-nya dicopot), tapi sepanjang pengalaman saya (saya pernah pakai DeLonghi BAR32, Gaggia
AchilleClassic, dan Krups, tipenya saya lupa) -sama seperti mas Adzanta- saya juga tidak pernah berhasil membuat froth yang cukup baik untuk membuat latte art. Mungkin sayanya yang kurang jagoMesin paling kecil yang berhasil saya gunakan untuk membuat froth yang baik adalah mesin tipe HX (waktu itu saya pakai Expobar Pulsar), dan sejak saat itu saya tidak pernah memakai mesin single-boiler saya lagi
Mengenai teknik frothing dan jenis susu yang cocok sudah saya tulis tersendiri dalam salah satu bagian dari artikel “Belajar Latte Art”. Ditunggu aja post-nya ya, biar nggak dobel2 nulisnya
Mas Teguh,
Biasanya distributor mesin2 espresso juga menawarkan kursus barista, bahkan ada beberapa tempat yang menawarkan kursus gratis bila kita membeli mesin dari mereka.
Omong2 mas Teguh tinggal di kota mana? Siapa tahu saya bisa membantu mencarikan informasi kursus barista di kota tempat mas tinggal.
Tapi nggak janji pasti dapet lho ya..
saya tinggal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah mas,disini gak ada kedai yang menyediakan kopi espresso… kota besar yang terdekat adalah Banjarmasin (kira2 5 jam dari Palangkaraya).. senang banget jika mas bisa bantu saya..
oya, tolong diralat jika saya salah, jika saya serius dengan espresso (home-use) maka mesin minimal yang harusnya saya gunakan adalah dengan metoda pemanasan HX (Heat-Exchanger), jenis expobar menggunakan sistem ini?? apakah distributor mesin espresso juga meyediakan grinder? jika tidak, dimana saya harus cari? sorry panjang banget nih..
Mas Teguh,
).
- Saya sedang kontak kenalan2 saya tentang distributor mesin espresso di kota anda. Kalau sudah dapat info saya kabari.
- Mengenai jenis mesin yang cocok, dari pengalaman saya kira2 dapat saya simpulkan seperti ini: kalau anda ingin membuat espresso saja, mesin single boiler kualitas baik seperti Gaggia Classic atau Rancilio Silvia sudah sangat2 cukup. Tapi kalau anda ingin membuat froth kualitas baik untuk cappuccino, latte,dsb (apalagi dengan latte art), anda perlu boiler yang lebih besar; minimal tipe HX.
- Expobar yang bermesin HX adalah tipe Pulser, Control, dan Lever. Saya merekomendasikan merk ini karena harganya di bawah mesin2 sekelas buatan Italia (Expobar buatan Spanyol) dengan kualitas bersaing. Saya sudah bertahun2 memakai Expobar Pulser dan tidak ada keluhan sama sekali.
- Ya. Biasanya di tempat yang menjual mesin espresso juga menjual grinder. Merk yang bisa saya rekomendasikan: Cunill (buatan Spanyol juga, lebih murah, kualitas bersaing, saya juga pakai
- Gpp mas Teguh. Malah seneng kok bisa kenal sesama penggemar kopi.
Gimana mas handri, udh dapat info buat saya?
Mas, Biasanya mesin2 espresso yg Home-use menggunakan daya listrik hingga berapa watt?
[…] artikel sebelumnya kita telah membahas tentang sejarah singkat dan definisi latte art. Kali ini kita akan membahas […]
Maaf mas Teguh, sampai sekarang teman2 yang saya hubungi belum ada yang dapat info tentang distributor/kursus mesin espresso di Palangkaraya.
Untuk mesin espresso single-boiler s/d HX biasanya menggunakan daya antara 900-1500 watt.
[…] dari rangkaian artikel “Belajar Latte Art”. Sebelumnya kita sudah membahas tentang sejarah singkat dan definisi latte art pada bagian pertama, lalu tentang alat2 dan bahan yang diperlukan untuk membuat latte art pada […]
[…] lupa (mungkin karena kelamaan.. maaf ), di artikel2 sebelumnya kita juga sudah membahas tentang sejarah singkat dan definisi latte art, alat dan bahan yang diperlukan, dan fakta2 penting tentang susu sehubungan dengan proses […]
Mas Teguh.
Maaf sebelumnya saya baru buka artikel lagi ijinkan saya bantu anda jika belum dapat dimana tempat beli mesin dan kursus barista, kebetulan tempat saya distributor mesin rancilio silvia, s1 group dan s2 group, bahkan rancilio class 6 plus training barista. cuma cental office kami terdapat di jakarta. Makasih sebelumnya.
[…] artikel2 mendatang saya juga akan membahas mengenai teknik2 latte art. Tidak butuh waktu terlalu lama kok untuk […]
saya lagi tertarik buat belajar ttg kopi, kebetulan teman saya ada yang pengen buka kopi shop gitu, saya mau belajar jadi barista, kalo di jakarta kursus jadi barista tuh dimana ya??
MO BUAT LATTE ART….??????????
SLAMAT MANDI SUSU…MABOK SUSU..AND BAHKAN BOKEK….
huahahahhahahah v(^,^)
mas mau nanya di Indonesia ada gak si semacem ’sekolah’ barista ?
thx
and nice blog u have here 
Mas Handri,
Minta alamatnya di Jakarta dimana….atau mungkin ada no telp yg bisa dihubungi….thx
Hi sorry aku baru lihat sitenya mas Handri, sungguh informasinya ok banget,bolehkan aku nimbrung di sitenya mas handri yah?krn aku baca kayaknya banyak sekali yg tertarik ingin jd barista, oh ya aku tinggal di jakarta kebetulan sudah tahun lalu aku buka coffee corner di selatan aku pindahan dari Newcastle Australia yg kebetulan pekerjaan jd barista disana, so bagi para pencinta coffee yg ingin tau lebih jadi barista bisa saja contact aku yah…thanks yah numpang commentnya mas