Belajar Membuat Espresso

Ditulis tanggal 10 December 2007

espresso shotMembuat espresso jadi kelihatan rumit karena banyak hal yang perlu diperhatikan untuk membuat espresso yang baik. Selain faktor 4M (Macinazzione, Miscela, Macchina, Mano), espresso juga sebaiknya dibuat dengan kecepatan tinggi (seluruh proses pembuatannya harus selesai dalam waktu kurang dari 60 detik) untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Faktor kecepatan akan kita abaikan untuk sementara; artikel ini khusus dibuat untuk pemula/orang yang baru pertama kali membuat espresso -yang sudah bisa dilarang protes. :-)
Lebih baik caranya benar dulu. Biarkan kecepatan anda bertambah secara natural sejalan dengan bertambahnya pengalaman. Seperti kata David Schomer, kebanyakan murid terbaiknya bukanlah yang tercepat waktu pertama kali belajar.

Alat2 yang Diperlukan

  • mesin espresso, tentu saja
  • grinder
  • tamper
  • cangkir keramik -kalau ada demitasse lebih baik
  • stopwatch
  • gelas takar

Sudah siap semua? Sekarang..

Ikuti Langkah2 Berikut

  1. Pastikan mesin espresso anda sudah mencapai panas optimal.
    Mesin espresso membutuhkan waktu tertentu untuk mencapai panas optimalnya. Kalau anda baru saja menghidupkan mesin espresso anda, tunggu 30-45 menit. Untuk pastinya baca buku petunjuk mesin anda.

    Tiap mesin punya cara dan waktu berbeda untuk mencapai panas optimalnya. Sangat dianjurkan untuk membaca buku petunjuk mesin espresso anda sebelum menghidupkannya pertama kali.

  2. Panaskan cangkir keramik.
    Biasanya dilakukan dengan cara menuangkan air panas ke dalam cangkir. Atau kalau anda memakai mesin HX, bisa juga dilakukan pada saat grouphead flushing (membilas grouphead untuk menurunkan suhunya).
  3. Giling biji kopi secukupnya.
    Jangan giling terlalu banyak karena bubuk kopi yang tidak terpakai akan nge-drop kualitasnya bila tidak segera diekstraksi. Tidak perlu khawatir, sejalan dengan bertambahnya pengalaman anda akan tahu seberapa takaran yang cukup untuk seporsi single/double-shot espresso.
    Waktu menunggu grinder melakukan pekerjaannya bisa dipakai untuk melakukan grouphead flushing bila anda memakai mesin HX: biasanya proses ini memakan waktu sekitar 30 detik, jadi -tergantung dari kecepatan grinder anda- seharusnya kedua proses ini akan selesai dalam waktu hampir bersamaan.
  4. Distribusi.
    Masukkan bubuk kopi ke dalam portafilter, kemudian ratakan permukaan bubuk kopi dengan jari/permukaan rata lain sehingga bubuk kopi tidak bertumpuk di satu tempat. Kebanyakan barista menggunakan jari kelingkingnya untuk melakukan distribusi. Makanya hati2 kalau barista di coffee shop langganan anda suka ngupil. :-D
  5. Tamping.
    Lakukan 2 kali tamping: yang pertama dengan tekanan sekitar 9 kg, tepuk dua sisi luar portafilter dengan tamper untuk melepas bubuk kopi yang menempel di dinding saringan (jangan terlalu keras, nanti malah gundukan kopinya jadi berantakan), lakukan tamping sekali lagi dengan tekanan sekitar 18 kg, kemudian angkat tamper dengan gerakan memutar.

    Selalu bersihkan sisi atas portafilter dari bubuk kopi sebelum memasangnya ke grouphead. Sisa bubuk kopi di atas portafilter bisa merusak grouphead gasket (karet penyekat grouphead).

    Bingung? Anda bisa download video distribusi dan tamping (3,15 MB) di sini.

  6. Ekstraksi.
    Pasang portafiler ke grouphead sampai rapat, siapkan stopwatch anda. Tekan tombol ekstraksi, start stopwatch, tunggu 22-28 detik, stop ekstraksi.
    Nanti akan tiba saatnya anda tidak memerlukan stopwatch lagi, tapi untuk sementara ini jangan buang stopwatch anda dulu. :-)
  7. Evaluasi.
    Takar espresso yang baru saja anda buat. Volume espresso seharusnya ± 30 ml untuk single-shot dan ± 60 ml untuk double-shot. Kalau espresso yang anda hasilkan terlalu banyak/terlalu sedikit berarti setelan grinder anda salah:

    • Terlalu banyak: bubuk kopi terlalu kasar
    • Terlalu sedikit: bubuk kopi terlalu halus

    Ubah setelan grinder anda, kemudian ulangi lagi dari langkah 1 sampai volume espresso yang anda hasilkan benar.
    Anda hanya perlu melakukan ini sekali saja kok. Kalau sudah menemukan setelan grinder yang tepat anda bisa membuat espresso terus menerus tanpa harus menakarnya lagi sampai: a/ganti jenis kopi, b/kualitas biji kopi berubah (mungkin karena terlalu lama), atau c/terjadi perubahan suhu udara yang drastis

Satu hal yang membuat orang terus belajar dan bertambah mahir -dalam semua hal- adalah evaluasi. Dengan evaluasi anda bisa menemukan kekurangan dan kelebihan dari hasil yang anda capai saat ini sehingga bisa dijadikan bahan untuk mencapai hasil lebih baik di kali berikutnya.

Ok, anda sudah berhasil membuat espresso anda yang pertama. Volumenya juga sudah benar. Ada 2 hal lagi yang perlu anda lakukan: menilai tampilan crema, dan mencicipinya.


Stumble it! | Digg! | Del.icio.us!

» Termasuk kategori Espresso Tips

Komentar

17 Komentar untuk “Belajar Membuat Espresso”

  1. espressoman pada 10 December 2007 6:00 pm

    wow.. thanks infonya bro..

  2. handri pada 10 December 2007 6:40 pm

    you’re welcome bro.. jangan lupa komentari artikel2 lainnya ya:)

  3. Bagian2 Mesin Espresso | kopitips.com pada 11 December 2007 11:15 pm

    […] artikel sebelumnya saya menyebutkan beberapa istilah yang mungkin asing bagi pemula, jadi sekarang saya akan coba […]

  4. adzanta pada 7 January 2008 10:24 pm

    Mas Handri, mengukur waktu yg 22 -28 detik itu mulai dari menekan tombol espressonya atau mulai air kopi keluar dari portafilter. Bagaimana kalau mau buat double espresso ? waktunya dan dosis kopinya berapa tq.

  5. handri pada 9 January 2008 8:54 pm

    Mas Adzanta,
    22-28 detik dihitung mulai kopi keluar dari portafilter.
    Kalau mau buat double-espresso tinggal ganti basketnya yang ukuran double. Kalau bingung tampangnya portafilter basket kaya apa, bisa lihat di sini :)
    Waktu ekstraksi selalu sama (22-28 detik) untuk single/double/triple espresso. Takarannya untuk gampangnya penuhi saja portafilter basketnya. Basket yang double biasanya menampung sekitar 18 gram bubuk kopi.
    Selamat mencoba..

  6. thetoomuchcoffeeman pada 26 February 2008 8:10 pm

    sorry OOT,
    blogweb yang sangat bagus….sangat informatif dengan bahasa yang mudah dimengerti….harus dibuat jadi buku..:)

  7. handri pada 28 February 2008 12:58 am

    makasih thetoomuchcoffeeman.. buset deh panjang banget namanya :)
    aku juga suka konsep+misi dari hope cafe. kapan2 kalo ke bandung aku pasti ke sana.
    semoga sukses..

  8. barista@home pada 1 April 2008 1:11 am

    boleh tau nggak.. mas Handry cafenya dimana?

  9. deny firmansyah pada 9 April 2008 6:31 pm

    mas, mau tanya.
    kalau di jakarta ada tidak tempat untuk kursus barista.
    kalau ada tolong kasih tahu alamtnya ya mas.
    makasih

  10. wien pada 10 May 2008 11:04 am

    iya mas, di jakarta tempat kursus barista tuh dimana??
    thx

  11. petho pada 20 May 2008 4:55 pm

    banyak belajar dari sini ah,terutama minta bantuan ilmu dari thetoomuchcoffeeman
    ehehheheheh…………..pakabar bos?main di mari juga tah?

  12. wallflowers pada 26 May 2008 12:49 pm

    ndak nyangka mas petho juga hadir disini…
    mohon petunjuk nya mas…

  13. handri pada 24 June 2008 2:31 pm

    mas barista@home,
    sekarang cafenya sedang tutup mas. dulu di jalan teuku umar, denpasar. di samping lagi sibuk banget ama kerjaan, pengennya nyari tempat yg agak gedean kalo mau buka lagi. :)

  14. Adit pada 29 June 2008 1:28 pm

    mas handr mo tny lg nih,
    ak mo tny ttg waktu ekstraksi 22-28 detik
    krn espresso yg ak srng buat,tidak sampai 10 detik udah jadi (apa krn bubuk kopi tll kasar)
    btw hitungan wkt 22-28 itu dgn mesin single or HX
    sbg info,coffee machine yg ak pakai La Cimbali m29
    dan cm ada 2 macam PF basket
    Thanks a lot

  15. Adit pada 29 June 2008 1:48 pm

    oh ya mas mo tny 1 lg hmpr lupa
    Ttg penyimpanan biji kopi yg blm di grind
    Sebaiknya d simpan di suhu ruangan atau di simpan di kulkas utk menjaga kualitasnya pada saat di grinder.
    Makasih lg mas

  16. handri pada 1 July 2008 6:20 pm

    halo mas Adit,
    1/ waktu 22-28 detik itu selalu tetap, baik menggunakan mesin single/double boiler/HX, untuk single/double espresso.
    kalau waktu ekstraksinya nggak sesuai, yg perlu diutek2 lagi: ukuran gilingan, jumlah, kepadatan (tamping) bubuk kopinya.
    kalau ketiganya udah diutek2 masih belum cocok juga, coba cek tekanan boilernya (9-11 BAR; saya pake 10,5).
    2/ perlu/tidaknya biji kopi disimpan di kulkas sampe sekarang masih jadi topik perdebatan di kalangan ahli2 kopi, jadi terus terang saya nggak tau jawaban yg benar apa. tapi karena preferensi pribadi, saya memilih untuk nyimpen di kulkas. :)

  17. nust pada 10 July 2008 3:28 am

    Mas, sedihnya saya tdk punya mesin espresso (maklum anak kos). Saya biasanya buat kopi pake coffee powder yg ada di supermarket aja… Ni kebetulan pake merk yg ada gambar raja hutannya (boleh nyebut merk ga to?). Kira2 merk itu ok ga mas? hehehehe… sori pertanyaannya ga mutu.
    Trims

Tulis Komentar




  • Tentang Kopitips

    Saya bukan ahli kopi, cuma pecinta kopi. Kalau ada informasi yang tidak lengkap atau kurang akurat, tolong tinggalkan komentar di bawah artikel yang bersangkutan.
    Terima kasih sebelumnya :-)

  • Kopitips merekomendasikan:

  • Komunitas

    Join My Community at MyBloglog! Add to Technorati Favorites

    eXTReMe Tracker