Macam2 Mesin Espresso

Ditulis tanggal 7 December 2007

Secara umum mesin espresso dibagi menjadi 4 kelas, yaitu:

  • Manual
    Memakai sistem seperti yang pertama kali ditemukan oleh Cremonesi tahun 1938. Mesin seperti ini masih dipakai di beberapa coffee shop karena espresso yang dihasilkan memilki karakter khas, seperti kurangnya kesan pahit dan asam (karena hanya bisa mengaplikasikan tekanan sebesar 9 BAR pada awal ekstraksi saja. Tekanan akan menurun sampai sekitar 7 BAR pada akhir ekstraksi).
  • Semi-Otomatis
    Hampir semua proses dijalankan secara otomatis, kita hanya perlu menekan tombol/tuas untuk memulai dan menghentikan ekstraksi.
  • Otomatis
    Sama dengan mesin semi-otomatis, hanya proses mulai dan stop ekstraksi diprogram terlebih dahulu sesuai keinginan kita. Untuk memulai ekstraksi kita hanya perlu menekan 1 tombol saja, ekstraksi akan berhenti secara otomatis bila waktu ekstraksi yang diinginkan sudah tercapai.
  • Super-Otomatis
    Semua proses dari menggiling biji kopi, menakar, tamping, ekstraksi, sampai membuang kopi sisa ekstraksi dijalankan secara otomatis. Praktis memang, tapi kita kehilangan adjustability dan yang paling penting, experience-nya.

Kemudian, mesin espresso juga bisa dibedakan dari:

  1. Metoda tekanannya:
    • Pompa Manual; dengan tuas (lihat di atas).
    • Pompa Vibratory; kebanyakan mesin espresso untuk home-use memakai sistem ini.
      Keunggulannya: harganya murah, ukurannya kecil, mampu menghasilkan tekanan sebesar 9 BAR yang stabil, dan cenderung menghasilkan lebih banyak crema dibandingkan pompa tipe lain.
      Kekurangan: getaran yang ditimbulkan lumayan besar. Jangan kaget kalau tiba2 terjadi gempa lokal pada saat anda membuat espresso :-)
    • Pompa Rotary; hampir semua mesin espresso komersil memakai sistem ini.
      Keunggulan: mampu menghasilkan tekanan sebesar 9 BAR yang stabil untuk beberapa grouphead sekaligus, besarnya tekanan dapat diubah2 dengan mudah dengan ketelitian tinggi, getaran yang dihasilkan lebih kecil daripada pompa vibratory.
      Kelemahan: muaaaahal bok :-D
  2. Metoda pemanasannya:
    • Single-Boiler
      single boiler Menggunakan 1 tabung boiler dengan 2 thermostat: yang 1 diset ke suhu ekstraksi (90-96° C), 1 lagi diset ke suhu steaming (sekitar 125° C). Dibutuhkan waktu 30 detik - 1 menit untuk merubah suhu air dalam tabung dari suhu ekstraksi ke suhu steaming (dan sebaliknya), sehingga kita tidak bisa membuat espresso dan frothing dalam waktu bersamaan.
      Biasanya tabung boiler yang digunakan berukuran kecil (kurang dari 1 liter).
    • HX (Heat-Exchanger)
      heat exchanger Menggunakan 1 tabung boiler berukuran besar (biasanya lebih dari 2 liter) yang diisi air tidak sampai penuh. Air dalam tabung dipanaskan pada suhu steaming sehingga selalu tersedia udara bertekanan tinggi dalam ruang tabung yang tidak terisi air.
      Air untuk ekstraksi dialirkan dari pipa tersendiri yang menghubungkan bagian boiler yang terendam air ke grouphead.
      Dengan cara ini kita dapat membuat espresso dan frothing dalam waktu bersamaan. Masalahnya, air yang dialirkan ke grouphead berada pada suhu steaming (± 125° C), terlalu tinggi untuk ekstraksi, sehingga kita perlu membuang air yang terlalu panas itu (sekaligus membilas grouphead) sampai dicapai suhu yang diinginkan untuk ekstraksi.
      Seberapa banyak air yang harus dibuang? Sebaiknya kita bahas hal itu lebih detail di artikel lain karena terlalu panjang untuk dijabarkan di sini.
    • Double-Boiler
      Menggunakan 2 tabung boiler: 1 diset ke suhu ekstraksi, 1 diset ke suhu steaming. Dengan cara ini tentu saja kita dapat membuat espresso dan frothing dalam waktu bersamaan. Juga karena masing2 boiler sudah diset dengan suhu yang tepat untuk ekstraksi dan steaming, kita tidak perlu lagi membuang2 air untuk menurunkan suhunya seperti pada mesin dengan sistem HX. Cuma bila mesin tidak dipakai dalam waktu cukup lama atau baru pertama kali dinyalakan, kita perlu sedikit membilas grouphead untuk memanaskannya.
      Hampir semua mesin espresso komersil menggunakan sistem ini.

Mesin mana yang cocok untuk anda? Kalau anda berencana untuk membeli mesin espresso, mungkin ada baiknya anda membaca artikel tentang “Panduan Membeli Mesin Espresso“.


Stumble it! | Digg! | Del.icio.us!

» Termasuk kategori Espresso Tips

Komentar

21 Komentar untuk “Macam2 Mesin Espresso”

  1. coffee lover pada 7 December 2007 3:27 pm

    saya pengen punya yang dual-boiler. tapi kayanya ga kebeli deh:)

  2. Belajar Membuat Espresso | kopitips.com pada 10 December 2007 6:21 pm

    […] Biasanya dilakukan dengan cara menuangkan air panas ke dalam cangkir. Atau kalau anda memakai mesin HX, bisa juga dilakukan pada saat grouphead flushing (membilas grouphead untuk menurunkan […]

  3. Bagian2 Mesin Espresso | kopitips.com pada 11 December 2007 11:31 pm

    […] Sekali lagi, yang sudah bisa dilarang protes Yang kita jelaskan di sini adalah bagian2 dari mesin Semi-Otomatis (Single-Boiler, HX, Double-Boiler), jenis mesin yang paling banyak dipakai di dunia. Posisi dari […]

  4. ari pada 22 January 2008 2:50 pm

    Tolong dong buat pemula yang mo buka kedai kopi sebaiknya pake mesin apa yang harganya gak mahal tapi kwalitetnya bagus…maklum modal masih pas-pasin neh he…he…trims tolong ya

  5. handri pada 22 January 2008 6:20 pm

    Mas Ari,
    Untuk kepentingan komersil idealnya pakai mesin double-boiler dengan pompa rotary yang punya grouphead lebih dari 1. Cuma ya itu, harganya memang mahal.
    Kalau minimalnya bisa pakai mesin HX, cuma ada 2 faktor yang perlu diperhatikan:
    1/Kecepatan: Mesin HX cuma punya 1 grouphead, masalah bisa timbul jika kita harus membuat banyak espresso secara berturut2 (konsumen mungkin menunggu terlalu lama),
    2/Konsistensi: Dibutuhkan keahlian khusus untuk mengatur suhu ekstraksi mesin HX (grouphead flushing; nanti akan saya bahas di artikel tersendiri), jadi perlu SDM yang terlatih untuk mengoperasikannya.
    Bila kedua faktor itu bisa diatasi, mesin HX bisa menghasilkan espresso dengan kualitas sangat baik, hampir tidak kalah dengan mesin double-boiler.
    Semoga bisa membantu..

  6. Belajar Latte Art IV: Teknik Frothing | kopitips.com pada 23 February 2008 5:30 am

    […] Aider adalah alat bantu frothing yang biasanya dipasang pada steam wand mesin espresso single-boiler. Pada dasarnya yang harus kita lakukan adalah meletakkan dan menjaga agar froth hole (lubang pada […]

  7. tomi pada 18 March 2008 3:12 pm

    saya punya mesin kopi merk Jura yg otomatis &sudah 1,5 thn di pakai &skr knp kl bikin espresso jadi kurang kental ya .apa setting ngan nya ada yg berubah

  8. handri pada 19 March 2008 9:40 pm

    mas tomi,
    pada umumnya berkurangnya kekentalan espresso disebabkan karena berkurangnya tekanan pada proses ekstraksi. tapi juga perlu diingat bahwa kalau tekanan ditambah, rasa pahit&asam jadi semakin menonjol. maka perlu dicari setting yang cocok dengan selera anda.
    saya belum pernah ngutak-atik mesin otomatis jadi nggak tau cara ngerubah2 settingannya. mungkin bisa ditanyakan ke service centre Jura di kota anda.

  9. sonny pada 16 April 2008 4:50 pm

    kopitips ok banget, saya cuma bisa bilang thankkk yoooou

  10. setiawan pada 26 April 2008 11:59 am

    thanx buat kopitips sdh bagi2 ilmu, tetep aku tunggu tips - tips yg lainnya.

  11. Gilman pada 14 May 2008 1:33 pm

    kopitips bagus banget saya sangat terbantu sekali dalam memperdalam kopi , saya harap ada artikel yang lebih menarik lagi saya ucapkan banyak terimakasih sebelumnya.

  12. nudin EL pada 23 May 2008 12:14 am

    kopitips sangat membantu banget,
    mas saya mau membuka kedai kopi yang sederhana,
    bisa ngasih saran merk yang murah(dibawah 10 jt)
    yang kualitas bagus & kalau rusak bisa diperbaiki dimana? soalnya tempat saya jauh.
    terima kasih sebelumnya.
    salam dari Orang Togean

    nudin el

  13. sandi pada 11 June 2008 11:21 am

    tekanan pump,panas,kopi,besar bubuk kopi berpengaruh besar pada kopi yang dihasilkan,hasil kopi yang bagus dilihat pada kekentalan dari kopi dan krema kopi.nah kalau keempat unsur diatas sudah terpenuhi tapi hasil kopi yang dihasilkan masih tetap tidak bagus..nah;;apa lagi yang harus dilakukan untuk mendapat hasil kopi yany sesuai yang kita harapkan????thanks

  14. rizky pada 2 January 2009 11:58 am

    pak, saya mau tny kalo mau beli yg double boiler dimana dan kira2 berapa hrgnya? thx

  15. karl pada 4 January 2009 10:31 pm

    kira2 harga tiap2 tipenya itu berapa ya?

    thx

  16. Edo pada 8 January 2009 12:28 am

    Dear sir…

    Mohon maaf jika saya Out of topic.. sebab saya tidak menemukan link contact di website anda.

    Bisakah saya kontak anda via Email ? Saya dari perusahaan/agen Coffee Maker Italia di jakarta, ingin memasang link Website kami di website anda. Karena selain menjual alat pembuat kopi dengan sistem suling (bukan rebus), kami juga menyediakan Paket usaha 10-15 juta untuk membuka kedai kopi khas Italia.

    Saya sangat senang jika Admin kopitips.com mau mengunjungi official website perusahaan kami di : http://www.pt-legnitropical.com/forever

    dan bisa kontak saya di trustindogroup@yahoo.com atau admin@pt-legnitropical.com jika anda membuka jalan untuk kerjasama dalam link Website.

    Saya sangat tunggu respon dari admin kopitips.com

    Best Regard.
    Edo.
    Pt-Legnitropical-Utensindo

  17. irfak darojat pada 3 March 2009 10:02 am

    saya mau membuat ekstrak bir taq jahe joss 3 in 1 dan madu hot/sedap/fresh, bisa gak ya pake alat seperti diatas, sementara ini tradisional banget cuma dimasak dan diaduk hingga mengkristal, kemudian disaring dan diayak,, atau dibantu pake juicer dan blender,,

  18. Erha pada 13 March 2009 5:23 pm

    Saya membuat mesin kopi dengan masak air panas dan kemudian disaring pakai bahan baju kaos swan .
    kemudian di bolak balik pada dua gelas akan menimbulkan buih .
    Kalau mau kopi enak pakai kopi excelso aja .
    Cobain……

  19. johan pada 26 May 2009 8:55 pm

    Hallo bang handri…

    gini bang..aku ada sedikit problem tentang coffee machine saya,
    1. bisa ngga machine coffee itu di setting ukuran suhunya?

    machine yang kami pake jenis HX dengan single boiler, merk astoria SAE 2 group..

    mohon penjelasanya untuk merubah suhu pada boiler tersebut, untuk saat ini suhu pada boiler menunjukan -/+ 120 derajat celcius..

    atas kerjasamanya saya ucapkan terima kasih, maju terus Barista Indonesia…

  20. Ramadhan Sjamsani pada 15 June 2009 9:37 am

    @Johan

    Mesin HX bisa diatur suhunya dengan mengubah setting di pressure stat nya. Pressure boiler di mesin HX mempengaruhi suhu air di boiler, yang akhirnya bakal mempengaruhi suhu ekstraksi jg.

  21. Saepulmalik pada 4 February 2010 6:34 am

    Pak boleh saya minta no hp bapak….
    saya udah beli mesin cofee maker expresso type aroma compec se 100…..
    mungkin bos saya salah order tapi tetap harus berpungsi karena udah dibeli dan sangat mahal…sehingga saya bisa..pakai mungkin perlu equipment tambahan…

Tulis Komentar




  • Tentang Kopitips

    Saya bukan ahli kopi, cuma pecinta kopi. Kalau ada informasi yang tidak lengkap atau kurang akurat, tolong tinggalkan komentar di bawah artikel yang bersangkutan.
    Terima kasih sebelumnya :-)

  • Kopitips merekomendasikan:

  • Komunitas

    Join My Community at MyBloglog! Add to Technorati Favorites

    eXTReMe Tracker