Varian-Varian Espresso

Ditulis tanggal 27 November 2007

Apakah anda tahu kalau memesan un caffè (segelas kopi) di Italia berarti memesan secangkir espresso? :-)
Kalau single-shot/double-shot espresso kurang sesuai dengan selera anda, tidak usah khawatir. Ada banyak varian espresso yang didapat dari memodifikasi proses/waktu ekstraksinya. Berikut ini beberapa varian standarnya:

  • Single-Shot Espresso, sudah pernah dibahas di sini
  • Double-Shot Espresso, juga sudah pernah dibahas di sini
  • Ristrettodouble espresso
    Kalau normal (double-shot) espresso volumenya ± 60 ml, ristretto adalah ± 30 ml espresso yang didapat dari ekstraksi 14-18 gram bubuk kopi (sama dengan double-shot) dengan waktu 22-28 detik (juga sama dengan double-shot). Caranya dengan menggiling kopi lebih halus dari yang dipakai untuk double-shot, sehingga didapatkan lebih sedikit cairan dengan konsentrasi lebih tinggi. Espresso yang sempurna (god shot) lebih sering didapatkan dengan cara ini dibanding dengan cara lainnya.
  • Lungo (=long <en>, atau panjang <id>)
    Diperoleh dari 14-18 gram bubuk kopi (sama dengan double-shot) yang diekstraksi lebih panjang (bisa sampai 1 menit) sehingga menghasilkan 140-170 ml espresso. Meskipun ukuran penyajiannya hampir sama, tapi proses pembuatan dan karakter rasanya berbeda dengan:
  • Caffè Americano
    Diperoleh dengan cara mengekstrasi double-shot espresso ke atas ± 100 ml air panas. Karena espressonya tetap diekstraksi dengan cara normal, karakter rasanya sama dengan espresso yang normal, cuma dengan konsentrasi lebih rendah. Berbeda dengan lungo yang diekstraksi lebih panjang dari waktu ekstraksi normal (22-28 detik) sehingga rasanya cenderung lebih pahit. Americano di beberapa negara juga disebut:
  • Long Black
    Espresso+air panas, dengan perbandingan 1:1.

Karena merupakan minuman berkonsentrasi tinggi, espresso juga menjadi bahan yang sangat baik untuk dicampur dengan minuman lain (terutama susu) tanpa banyak kehilangan karakter asalnya. Beberapa varian yang terkenal:

  • Cappuccino
    Rumus tradisionalnya: 1/3 espresso + 1/3 susu yang telah dipanasi (steamed milk) + 1/3 busa susu (froth). Karena normal (double-shot) espresso = ± 60 ml, maka ukuran penyajian normal cappuccino adalah ± 60 * 3 = ± 180 ml. Seperti minuman berbasis espresso lain, cappuccino sebaiknya disajikan dalam gelas/cangkir keramik, karena keramik bisa menyimpan panas lebih baik daripada kaca atau bahan2 lain (apalagi gelas kertas, atau styrofoam). Di Italia, cappuccino biasanya diminum pada pagi hari ditemani makanan ringan.
    Dalam perkembangannya ada minuman yang disebut “Iced Cappuccino” yang dibuat dengan cara menambahkan es ke dalam espresso+susu, dilengkapi dengan froth di atasnya. Tapi minuman ini mempunyai cita rasa yang sangat berbeda dengan cappuccino yang asli, karena karakter espresso akan berubah bila didinginkan secara drastis (menggunakan es).
  • Caffè Lattelatte art twirl
    Atau sering disebut “latte” saja. Latte adalah bahasa Italia untuk “susu”. Jadi kalau anda pesan un latte di Italia, anda akan mendapat segelas susu. :-)
    Minuman ini dibuat dengan cara menambahkan steamed milk ke atas double-shot espresso, sampai volume totalnya mencapai 280-340 ml. Karena volume susu yang dituangkan lebih banyak, waktu tuangnya juga lebih panjang. Para barista menggunakannya untuk mengekspresikan diri mereka dengan latte art.
  • Caffè Mocha
    Mocha sebenarnya adalah nama dari salah satu varietas kopi yang berasal dari Yaman yang terasa seperti coklat, padahal dibuat tanpa menambahkan coklat sedikitpun. Terinspirasi dari hal itu, orang Amerika membuat minuman yang disebut Caffè Mocha; dengan cara menambahkan sirup coklat ke dalam Caffè Latte. Karena pertama kali dibuat di Amerika, Caffè Mocha tidak terlalu dikenal di Italia.
  • Espresso Macchiato
    Kata Macchiato kira2 berarti “ternoda” dalam bahasa Indonesia. Secara tradisional dibuat dengan cara menambahkan sedikit busa susu/foam ke atas espresso. Di beberapa coffee shop -termasuk Starbucks- pengertian Macchiato menjadi terbalik: yaitu menambahkan sedikit espresso ke atas susu yang sudah di-froth, di mana jumlah susu jauh lebih banyak dari espresso.
  • Espresso con Panna: Espresso ditambah whipped cream di atasnya.
  • Affogato: Espresso dituangkan ke atas es krim. Yummm..

Yang mana kesukaan anda? :-)


Stumble it! | Digg! | Del.icio.us!

» Termasuk kategori Espresso Tips

Komentar

11 Komentar untuk “Varian-Varian Espresso”

  1. handri pada 3 December 2007 11:32 pm

    favorit saya, cappuccino. tapi dengan sedikit foam, jadi bisa dibuat latte art juga. cappuccino pake latte art.. hehe..

  2. Belajar Latte Art I: Pendahuluan | kopitips.com pada 13 January 2008 9:44 am

    […] Art adalah istilah yang digunakan untuk menyebut gambar/pola/desain yang dibuat pada permukaan minuman berbasis espresso (lihat foto di atas). Teknik ini biasanya diterapkan pada cafe latte karena cafe latte mempunyai […]

  3. tun pada 28 February 2008 12:56 pm

    mocha dari yaman(afrika)…yaman tu afrika ya?ato asia?
    lumayan infonya…

  4. handri pada 19 March 2008 7:34 pm

    bener tun, yaman ternyata ada di timur tengah.. dari dulu taunya di afrika.. hehe.. perlu belajar geografi lagi nih :)

  5. Adit pada 23 June 2008 12:56 am

    Mas handri mau nanya lg nich
    Beda cappucinno n latte selain dr jumlah susunya,apakah ada perbedaan lain?
    krn yg biasa saya buat,cappucinno=double n latte=single
    Maaf kl pertanyaannya mendasar bgt
    Makasih

  6. handri pada 24 June 2008 3:14 pm

    selain jumlah susu, jumlah foamnya juga beda. untuk latte, foamnya jauh lebih sedikit dibanding cappa. dari pengalamanku, sebagian orang malah minta latte-nya nggak pake foam lho. :)

  7. yanuar pada 23 November 2008 11:22 pm

    mas kalo nyari press pot tuh dimana yach? gila nyarinya sussah amir. kl ada info . thxs

  8. Awan pada 7 December 2008 1:56 pm

    suka caffë moca mas,
    pasanya gado2…

    :D

    hehehe….

  9. Awan pada 7 December 2008 1:58 pm

    o ya, di outlet ku juga jual

    espresso caramelo con panna…

    pake caramel syrup… di atas whipped cream nya

  10. robert pada 14 May 2009 2:29 pm

    mas,kalo mo beli mesin penyaji kopi yang seperti punya nescafe yang ada di es teller 77 dimana y? kira2 hrg brp?

  11. fernando bobby pada 2 June 2009 7:32 pm

    mas gw ikut brgabung yach.,..

    mas cara setting grinder la cimbali gmn yach????

    salam kenal y??????

Tulis Komentar




  • Tentang Kopitips

    Saya bukan ahli kopi, cuma pecinta kopi. Kalau ada informasi yang tidak lengkap atau kurang akurat, tolong tinggalkan komentar di bawah artikel yang bersangkutan.
    Terima kasih sebelumnya :-)

  • Kopitips merekomendasikan:

  • Komunitas

    Join My Community at MyBloglog! Add to Technorati Favorites

    eXTReMe Tracker