Tentang Espresso II

Ditulis tanggal 23 November 2007

foto secangkir espressoLihat foto sebelah. Wuih, cantik ya.. Saya yakin hampir semua penggemar kopi akan tertarik kalau disuguhi minuman yang penampilannya seperti ini. Tapi jangan salah: espresso is NOT for the fainted heart!
Bayangkan kalau hampir semua kualitas (baik maupun buruk) dari 14-18 gram bubuk kopi terkonsentrasi dalam 1 cangkir 2,5oz. Sensasi rasanya sungguh luar biasa, bahkan berlebihan untuk orang yang belum terbiasa.

Sejarah Singkat

Espresso (atau cafè espresso, begitu sebutannya di negara asalnya-Italia) pertama kali diciptakan sekitar 100 tahun lalu karena kaum pekerja di sana merasa menunggu 5 menit untuk membuat kopi terlalu lama. Maka tahun 1901 Luigi Bezerra membuat mesin espresso yang pertama, yang kemudian diproduksi oleh Pavoni pada tahun 1905. Mesin ini bisa memangkas waktu pembuatan kopi dari sekitar 5 menit menjadi sekitar 30 detik.
Teknologinya terus berkembang sampai tahun 1938 Cremonesi menambahkan piston yang digerakkan oleh tangan untuk meningkatkan tekanan hingga mencapai 8-9 BAR. Mesin ini kemudian pertama kali diproduksi oleh Achille Gaggia. Lalu pada tahun 1961 Faema memperbaiki sistem sirkulasi dan cara pemanasan air dalam mesin espresso sehingga mampu menghasilkan temperatur yang konsisten sepanjang proses ekstraksinya, juga mengganti piston yang digerakkan tangan dengan pompa elektrik. Mesin semacam ini dan pengembangannya lah yang sekarang kita lihat dipakai di coffee shop2 di seluruh dunia.

Definisi Espresso

Ada 2 macam espresso berdasarkan ukuran penyajiannya: Single-Shot dan Double-Shot. Ukuran standar yang biasa dipakai (misalnya kalau kita memesan espresso tapi tidak menyebutkan ukuran yang kita kehendaki) adalah Double-Shot.
Double-Shot Espresso adalah 47-62 ml cairan yang dihasilkan dari ekstraksi 14-18 gram bubuk kopi dengan cara menekan air bersuhu 88-95° C dengan tekanan 9-10 BAR ke atas kopi tadi selama 22-28 detik. Sedangkan Single-Shot Espresso adalah 23-31 ml cairan yang dihasilkan dari ekstraksi 7-10 gram bubuk kopi dengan cara yang sama.
Ada 4 hal yang paling menentukan baik/tidaknya kualitas espresso, yang biasa disebut 4M dalam bahasa Italia (Macinazzione, Miscela, Macchina, Mano). Kira2 bisa diartikan seperti ini:
foto ekstraksi espresso

  • Grinder, yaitu kualitas grinder,
  • Blend, yaitu kualitas blend/campuran,
  • Mesin, yaitu kualitas mesin espresso,
  • Barista, yaitu keahlian sang barista.

Keempat hal di atas punya pengaruh sama pentingnya. Tidak ada 1 poin yang lebih penting dari yang lain. Untuk memperoleh espresso yang sempurna (god shot), kita harus menyempurnakan 4 faktor di atas sekaligus.

Crema

Perbedaan visual paling mencolok antara espresso dan kopi yang dibuat dengan cara lain adalah keberadaan lapisan coklat keemasan yang disebut crema. Bukan berarti semua espresso yang ada crema-nya otomatis = espresso yang baik, tapi espresso yang baik tidak mungkin tanpa crema.

Bagaimana cara mengenali kualitas espresso dari tampilan crema? Sekarang sudah bisa dibaca di sini.. :-)

PS. Baca juga artikel “Tentang Espresso” yang pertama.


Stumble it! | Digg! | Del.icio.us!

» Termasuk kategori Espresso Tips

Komentar

11 Komentar untuk “Tentang Espresso II”

  1. handri pada 3 December 2007 11:31 pm

    tulis komentar di sini ya..

  2. Belajar Membuat Espresso | kopitips.com pada 10 December 2007 5:48 pm

    […] kelihatan rumit karena banyak hal yang perlu diperhatikan untuk membuat espresso yang baik. Selain faktor 4M (Macinazzione, Miscela, Macchina, Mano), espresso juga sebaiknya dibuat dengan kecepatan tinggi […]

  3. Bagian2 Mesin Espresso | kopitips.com pada 11 December 2007 11:34 pm

    […] basket tersedia dalam 3 ukuran: single, double, dan triple. Untuk membuat single/double/triple espresso, anda tinggal mengganti basket-nya dengan ukuran yang […]

  4. Belajar Latte Art I: Pendahuluan | kopitips.com pada 13 January 2008 9:47 am

    […] Dilakukan dengan cara menggambar pola di atas permukaan crema dengan alat/bahan tambahan seperti stensil, sirup, bubuk kopi/coklat, dsb; setelah susu dituangkan. […]

  5. Gilman pada 14 May 2008 1:29 pm

    Saya sangat senang sekali membaca artikel tentang espresso, saya tunggu artikel-artikel selanjutnya.

  6. Awan pada 7 December 2008 1:48 pm

    ~ Coffe, Kopi, kupi… ~

    heee…

    karakteristik espresso yg ” Yahuud ” dipandang mata itu yg gimana sih mas?
    klo pake demitase glass yg keramik kan cuman keliatan golden brawn nya aja…

  7. jogja pada 26 January 2009 1:49 pm

    waw… nice info..

  8. st3phanie pada 12 February 2009 7:48 pm

    Artikelnya bagus sekali, informatif dan mudah dimengerti…kami masih pemula dan tertarik utk mempelajari kopi ( cara mengolah,dll) & bisnisnya, apa p. handri ada info, dimana kami bisa ambil kursus ttg itu?

  9. Femi Adi Soempeno » Blog Archive » espresso coffee? owh, no more please … pada 17 May 2009 9:30 am

    […] dari penelusuran sejarah mengenai kopi ini, espresso (atau cafè espresso, begitu sebutannya di negara asalnya-Italia) pertama kali diciptakan sekitar 100 tahun lalu karena kaum pekerja di sana merasa menunggu 5 menit untuk membuat kopi terlalu lama. maka tahun 1901 Luigi Bezerra membuat mesin espresso yang pertama, yang kemudian diproduksi oleh Pavoni pada tahun 1905. mesin ini bisa memangkas waktu pembuatan kopi dari sekitar 5 menit menjadi sekitar 30 detik. […]

  10. Pinpin pada 23 August 2009 7:50 pm

    artikel yg top banget…. thanks atas infonya

  11. sasang pada 29 January 2010 12:44 am

    bagus sekali informasinya. Jelas dan mudah di pahami. Mohon di update terus infonya karena bermanfaat..

Tulis Komentar




  • Tentang Kopitips

    Saya bukan ahli kopi, cuma pecinta kopi. Kalau ada informasi yang tidak lengkap atau kurang akurat, tolong tinggalkan komentar di bawah artikel yang bersangkutan.
    Terima kasih sebelumnya :-)

  • Kopitips merekomendasikan:

  • Komunitas

    Join My Community at MyBloglog! Add to Technorati Favorites

    eXTReMe Tracker